PKB Tuban – Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap berbagai dinamika sosial dan politik di Indonesia. Ajakan itu disampaikan dalam diskusi publik yang digelar di kawasan Mangrove Jenu, Kabupaten Tuban, Selasa (23/6/2026) sore.
Diskusi bertajuk “Stay Kritis, Meski Apatis” tersebut menghadirkan aktivis perempuan Kalis Mardiasih serta Anggota DPRD Tuban Fraksi PKB Asep Nur Hidayatulloh. Acara dipandu oleh Redaktur Jawa Pos Radar Tuban, Athoillah, dan dihadiri berbagai kalangan mulai dari masyarakat sipil, aktivis, hingga mahasiswa.
Dalam paparannya, Ratna Juwita Sari menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh kehilangan daya kritis di tengah kondisi sosial dan politik yang terus berkembang. Menurutnya, kesadaran publik untuk mengawasi jalannya pemerintahan merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.
“Kesadaran untuk tetap kritis terhadap kondisi sosial dan politik saat ini harus terus dibangun. Masyarakat memiliki peran penting untuk mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada di jalur yang berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Anggota legislatif Dapil Bojonegoro-Tuban itu menekankan bahwa sikap kritis tidak akan lahir tanpa dibarengi kemampuan literasi yang baik.
Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri membaca, memverifikasi informasi di era digital ini, serta memahami suatu persoalan dari berbagai sudut pandang agar tidak mudah terpengaruh hoaks.
“Menjadi masyarakat yang kritis harus diawali dengan literasi. Jangan hanya membaca satu sumber atau langsung percaya pada informasi yang beredar. Biasakan untuk menyaring agar kita bisa menilai sebuah persoalan secara objektif,” imbuhnya.

Di sisi lain, aktivis perempuan Kalis Mardiasih mengajak seluruh peserta diskusi untuk tetap optimistis memperjuangkan perubahan. Menurutnya, perubahan tidak akan pernah terwujud apabila masyarakat memilih diam atau menyerah menghadapi berbagai persoalan.
“Kita harus optimistis untuk terus menyuarakan perubahan. Karena kalau sampai berhenti atau menyerah, maka perubahan itu tidak akan datang,” ujar Kalis.
Sementara itu, Anggota DPRD Tuban Fraksi PKB, Asep Nur Hidayatulloh, memaparkan peran lembaga legislatif sebagai penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Menurut Asep, tugas utama anggota dewan adalah berbicara dan menyampaikan berbagai persoalan yang diterima dari masyarakat kepada pihak eksekutif.
“To speak, artinya DPR itu harus bicara. Masyarakat memberikan masukan kepada kami, lalu kami sampaikan kepada eksekutif. Apakah nanti berhasil atau tidak, itu kembali kepada pihak eksekutif,” kata Asep.
Ia juga menilai fungsi pengawasan akan berjalan baik apabila terdapat ruang kritik yang sehat, termasuk di lingkungan partai politik.
“Kalau eksekutifnya rusak, legislatif pasti ikut terdampak. Partai pemerintah sering kali dianggap tidak boleh mengkritik. Padahal logika yang perlu dibangun justru kritik dari internal. Yang mengingatkan seharusnya partainya sendiri,” pungkasnya.
Diskusi berlangsung interaktif hingga menjelang magrib. Beberapa audiens melemparkan beberapa pertanyaan dan pendapatnya terkait berbagai macam kondisi sosial-politik saat ini.







